Jakarta, TrisaktiPost - PSSI akhirnya memberikan respon terkait isu nepotisme di kepengurusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru-baru ini. Klarifikasi disampaikan langsung oleh Plt Sekretaris Jenderal PSSI, yakni Yunus Nusi. Yunus Nusi menjabarkan jika ada hal yang harus dibedakan dari pemilihan Wasekjen PSSI dengan petinggi PT LIB. Dia menyimpulkan tak ada nepotisme di tubuh PSSI, karena statuta mengatur pengangkatan Sekjen menjadi kewenangan Ketua Umum PSSI, termasuk menunjuk siapa Wasekjen yang bisa dipercaya. "Penunjukan Wasekjen adalah hak Ketua Umum PSSI dalam rangka percepatan pelayanan PSSI kepada member yang berjumlah ratusan anggota, baik itu klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, Asosiasi Provinsi se-Indonesia, asosiasi-asosiasi sepak bola dan juga organisasi-organisasi sepak bola yang berafiliasi dengan PSSI,” papar kata Yunus Nusi (05/05/2020). Selain itu, dia menambahkan tugas Wasekjen PSSI ini murni di bidang administratif dan membantu peran Sekjen saja. Posisi mereka tak langsung bertanggung jawab kepada Ketua Umum PSSI. Sebaliknya, dengan adanya Wasekjen PSSI saat ini, ecara administratif, PSSI jauh lebih rapi. Beda situasinya dengan nepotisme di PT LIB. Sebab, otoritas kompetisi sepak bola Indonesia itu tak seperti PSSI yang memiliki ruang lingkup kerja begitu luas sebagai pelayanan kepada semua kegiatan persepakbolaan. PT LIB merupakan perusahaan yang menjalankan amanat untuk menyelenggarakan kompetisi sepak bola profesional di Indonesia. Sebanyak 99 persen sahamnya dimiliki oleh klub-klub peserta Liga 1 dan sisa satu persennya menjadi milik PSSI. Sebagai perusahaan profesional yang fokus dalam pengelolaan kompetisi dan keuangannya, mereka punya tanggung jawab terhadap para pemegang saham. Jadi harus memutuskan segala sesuatunya melalui rapat direksi. "Karena itu, pengangkatan staf level atas harus melalui rapat direksi. Hal-hal yang menyangkut pengelola keuangan begitu banyak maka memang sebaiknya dihindari hal-hal yang menjadi sorotan publik,” pungkasnya. [G86]
http://dlvr.it/RfvznF
Share To:

Redaksi

Post A Comment:

0 comments so far,add yours