Jakarta, TrisaktiPost - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyayangkan fakta bahwa hingga saat ini diskriminasi kepada para pelaku olahraga perempuan dan kesenjangan gender masih terjadi di Indonesia. Kondisi tersebut menurut Menteri Bintang menyebabkan akses dan kesempatan perempuan dalam bidang olahraga menjadi terhambat.

“Sangat disayangkan bahwa hingga saat ini masih terjadi kesenjangan gender dalam berbagai sektor pembangunan termasuk bidang olahraga. Pelabelan dan konstruksi sosial yang menganggap perempuan lebih lemah dari pada laki-laki baik secara mental maupun fisik menyebabkan diskriminasi bagi perempuan. Meskipun secara ilmiah tentunya tidak terbukti, alasan ini digunakan untuk menghambat akses dan partisipasi perempuan dalam berbagai cabang olahraga,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Women In Sport Webinar yang diselenggarkan Komite Olimpiade Indonesi (KOI), Rabu (23/9).

Menteri Bintang menambahkan guna meminimalkan diskriminasi yang ada tidak lepas dari langkah-langkah yang dilakukan oleh para pelaku olahraga perempuan itu sendiri, Menteri Bintang yakin dengan menunjukkan komitmennya, perempuan memiliki potensi yang sama dengan laki-laki untuk bisa meraih prestasi di bidang olahraga.

“Untuk mengakhiri itu semua tidak terlepas dari peran dan komitmen dari perempuan khususnya bagi para atlet perempuan. Walaupun kita perempuan kita tidak boleh kalah dari laki-laki. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin dan tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan asal ada kemauan dan kerja keras. Komitmen Itu yang harus kita bangun, yang harus ditunjukkan oleh para atlet-atlet perempuan,” jelas Menteri Bintang.

Lebih lanjut, berbicara tentang kesetaraan gender dalam bidang olahraga Menteri Bintang menuturkan jika regulasi telah banyak dibuat untuk mendukung partisipasi perempuan. Selain itu, konstitusi juga telah mengamanatkan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu Menteri Bintang berharap dan menekankan agar para perempuan tidak cepat puas untuk tetap aktif dan mengukir prestasi dibidang olahraga termasuk meski dalam situasi pandemi Covid-19. 

“Tinggal kita sekarang perempuan memotivasi diri, punya komitmen, membangun kepercayaan. Kita raih prestasi setinggi-tingginya. Suatu kebanggaan juga melihat prestasi yang sudah dicapai oleh perempuan. Namun, kita tidak boleh puas dengan ini. Mari tingkatkan kapastias dan kualitas diri, sehingga perempuan bisa menyetarakan bahkan melebihi presatasi-prestasi atlet putra,” tambah Menteri Bintang.

Sebagai atlet olahraga perempuan, Pemain Timnas Sepakbola Putri, Viny Silfanus mengakui jika dirinya kerap mendapat beberapa cibiran, atau perlakuan tidak menyenangkan terkait keputusannya mengeluti olahraga sepak bola. Namun hal tersebut justru memotivasi Viny untuk membuktikan diri menjadi lebih baik.

“Kemampuan permainan sepakbola saya diremehkan. Dan di cibir emang perempuan bisa main bola. Tapi dari situ, saya mengubah cibiran itu menjadi motivasi saya bahwa perempuan itu tidak bisa dipandang sebelah mata apalagi saya punya passion dan mimpi, yang ingin saya buktikan bahwa saya bisa memberi prestasi bahkan bisa menyaingi pesepakbola putra. Saya percaya itu dan saya akan selalu bekerja keras untuk membuktikan itu,” jelas Pemain Timnas Sepakbola Putri, Viny Silfanus.

Di sisi lain, Pelatih Atletik Jarak Pendek dan Estafet untuk Atlet Putra, Eni Nuraini mengakui jika perempuan dalam bidang olahraga memang kerap menemui banyak tantangan misalnya pelatih perempuan yang jumlahnya masih sangat kurang. Oleh karena itu, Eni berharap pelaku olahraga perempuan baik atlet maupun pelatih mendapat kesempatan yang sama untuk meningkatkan diri di bidang masing-masing.

“Faktor internal yang dibutuhkan bagi para atlet untuk bisa bersaing yaitu harus disiplin, ada kepercayaan diri, serta memasang target tinggi juga. Pelaku olahraga perempuan perlu diberi kesempatan untuk meningkatkan dirinya. Saya juga lebih setuju jika pelatih-pelatih putri lebih ditingkatkan lagi (jumlahnya) dan diberi peluang meningkatkan kemampuan mereka dengan pelatihan-pelatihan khusus,” tutur Eni.

Pada penutupan webinar, Menteri Bintang menyampaikan bahwa diperlukan sinergi, kerjasama, dan dukungan banyak pihak sehingga perempuan dapat meraih prestasi dalam olahraga seperti yang diharapkan bersama.

Share To:
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Redaksi

Post A Comment:

0 comments so far,add yours