Papua, TrisaktiPost -  Berdasarkan sensus profil mahasiswa Papua dan Papua Barat ditemui 60 ribu mahasiswa terdaftar di pangkalan data perguruan tinggi, hanya 38 persen yaitu 23 ribu mahasiswa yang kuliah, 37 ribu mahasiswa tidak kuliah tahun lalu. Demikian disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua Papua Barat Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., Med. TEFL., M.Phil ketika memberi sambutan dalam Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (18/06/2020).

“Persoalan di Papua dan Papua Barat yang kita hadapi adalah persoalan yang serius. Angka partisipasi pendidikan masih berkisar 11 persen yaitu  hanya 45 ribu mahasiswa berada di perguruan tinggi,” ucap S. Mofu.

 “Kenapa 37 ribu mahasiswa tidak kuliah? Dari 23 ribu data, 7500 mahasiswa memiliki kendala yaitu orang tua mereka berpenghasilan dibawah 1 juta rupiah per bulan. 50 persen dari itu orang tua siswa  tidak berpenghasilan tetap, itu pada masa sebelum pandemik COVID-19. Saat itu 62 persen tidak kuliah, hanya 38 persen yang kuliah. Angka yang cukup menggetarkan hati, dengan penghasilan orang tua mahasiswa dibawah 1 juta rupiah, berapa rupiah untuk membayar jasa dosen? Jadi saya lihat karena dosen mengabdi tanpa pamrih, maka proses belajar mengajar berlangsung hingga saat ini.”katanya.

“Kita Tidak bisa membiarkan terus menerus. PDRI harus melakukan sesuatu, lakukan kajian, investigasi munculkan data kepada pemerintah dan kita semua untuk mempernbaiki pendidikan di Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu pemerintah perlu intervensi dengan penguatan terhadap PTN dan PTS, karena UU menjamin hak untuk mendapatkan pendidikan.” Mofu juga mengingatkan pentingnya alokasi dana OTSUS bagi PTN dan PTS di Papua untuk mengatasi persoalan kualitas PT dan kesejahteraan dosen.

Mengacu penjelasan Mofu, di Provinsi Papua dan Papua Barat ada 69 Perguruan Tinggi (PT) baik negeri atau swasta di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu 3 PTN  dan 47 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua, 2 PTN dan 18 PTS Papua Barat. Belum terhitung PT lain di bawah Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait, ST, M.Si. yang turut hadir memberi dukungan penuh pada PDRI Papua. “Sebenarnya dari 47 PTS ada yang hampir kolaps sampai hari ini. Jika ortu mahasiswa tidak bisa membiayai, maka akan menjadi masalah. Disisi lain kita dituntut kecepatan TIK untuk meningkatkan banyak aspek penyelenggaraan pendidikan. Karena itu PR bagi PDRI untuk memacu sejalan dengan perkembangan.”

Ditekankannya, bahwa pendidikan hari ini tidak bisa terpisah-pisah, namun harus menyeluruh antara pendidikan dasar,menengah, dan perguruan tinggi.

“Pemerintah Provinsi tidak menutup mata karena para dosen sudah menolong anak-anak di Papua, mencerdaskan kehidupan anak-anak Papua hari ini,” tegasnya.

Peran PDRI
Ketua Umum Dewan Pengurus PDRI Wilayah Papua periode 2020-2025, Dr. Indah Sulistiani, SE., M.I.Kom., menjelaskan bahwa asosiasi profesi PDRI menjadi salah satu alternatif dalam upaya membangun jejaring kerjasama, yang terintegrasi bagi dosen dalam meningkatkan profesionalisme, kualitas dan kesejahteraan dosen.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PDRI Dr. Endang Samsul menjelaskan bahwa, PDRI ada di 25 provinsi, dan belum mencapai 10 di tingkat kabupaten/kota. Organisasi PDRI bersifat terbuka, lintas agama, kesukuan, etnis, dsb. PDRI selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan LLDIKTI di beberapa tempat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PDRI, Dr. Ahmad Zakiyuddin S.IP., M.I.Kom menjelaskan bahwa, PDRI dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas dan profesionalisme dosen. Khusus masalah kesejahteraan dosen menjadi perhatian utama PDRI, karena mayoritas gaji dosen di PTS sangat memprihatinkan yaitu dibawah UMR.

“Ada sekitar 4000 lebih Perguruan Tinggi di Indonesia dan mayoritas penggajian dosen PTS dibawah UMR. Ini tugas yang cukup berat untuk kita semua perjuangkan,” tegas Zaki. (Humas PDRI Papua)

Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours