Surabaya, TrisaktiPost - Sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia maka Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengadakan Sosialisasi Inovasi Intervensi Aksi Cegah Stunting di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Surabaya (30/7).
.
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa pencegahan stunting penting dilakukan untuk memperbaiki tumbuh kembang serta tingkat intelektual generasi penerus bangsa.
.
Oleh karena itu, Ditjen PDT akan mereplikasi metode pencegahan stunting yang dilakukan di Kabupaten Pandeglang yang berhasil menurunkan angka stunting sebesar 8,4 persen dalam kurun waktu 6 bulan (slide foto 6-10) untuk diterapkan di Jawa Timur.
.
"Hasil kerjasama dalam pilot project Aksi Cegah Stunting di Pandeglang menjadi bekal yang sangat penting untuk kita dalam melakukan upaya pencegahan stunting secara nyata dan strategis di berbagai daerah prioritas lainnya. Menyusul Kabupaten Pandeglang, ada 19 kabupaten di Jawa Timur yang akan menjadi lokasi prioritas pelaksaan replikasi program ini berikutnya," ujar Samsul Widodo.
.
Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ditjen PDT, Priyono, Tim Dokter Spesialis Anak RSUPN Cipto Mangunkusumo yang dipimpin oleh dr. Damayanti R. Sjarif, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Dinas Kesehatan se-provinsi Jawa Timur, dan tim dari Danone Life Nutrition.
Share To:

TrisaktiPost

Post A Comment:

0 comments so far,add yours