Bandung, TrisaktiPost - Kota Bandung kini menghadapi beberapa persoalan yang harus segera ditangani. Salah satu persoalan itu adalah masalah banjir yang akhir-akhir ini melanda Kota Bandung. Selain itu ada masalah pedagang kaki lima yang belum tertangani dengan baik.

Kondisi ini tidak boleh berlarut-larut. Menurut pemerhati politik Nunung Sanusi, permasalahan Kota Bandung harus segera diambil jalan keluarnya. Menurutnya, Pilwakot tahun ini menghadapi pekerjaan rumah yang sangat kompleks. "Karena itu saya mendorong agar pemimpin Bandung ke depan adalah orang yang dapat menyelesaikan masalah dengan cepat," katanya.

Namun menurut dosen yang akrab dipanggil Mang Nusa ini, masyarakat Bandung tidak bisa didekati dengan kekerasan. "Kita perlu pemimpin humanis sehingga akan dapat diterima oleh masyarakat Bandung," tambahnya.

Lebih tegas, pemerhati masalah sosial dan Dekan Fakuktas Pertanian UNMA Sri Ayu Andayani kepada media di Bandung menerangkan karakter Kota Bandung yang membutuhkan pemimpin yang lembut dan mengayomi.

"Masyarakat Kota Bandung ini kan bagaimanapun mayoritasnya sunda, sehingga pemimpinnya harus memiliki karakter yang dapat mendekati rakyatnya dengan sosok keibuan," katanya kepada media di Bandung, Sabtu (24/3/2018).

Walaupun PKL itu misalnya banyak yang dianggap membandel, tetapi menangani PKL tidak boleh dengan pendekatan kekerasan. "Mereka itu butuh dialog, karenanya sosok keibuan menjadi penting untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu yang dapat berbicara dari hati ke hati," terangnya.

Dari sekian pasangan yang ada, Ayu meyakini bahwa sosok humanis dan keibuan ini dapat membawa Bandung menjadi lebih baik lagi, yaitu mereka yang dapat memimpin dengan hati dan menjadikan rakyatnya sebagai keluarga besar yang dapat diajak dialog. "Dengan dialog bernuansa kekelurgaan itu maka tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," pungkasnya.
Share To:

Arahman Ali

Post A Comment:

0 comments so far,add yours