Bandung, TrisaktiPost - Secara konseptual Kepemimpinan ialah upaya untuk mempengaruhi tingkah laku orang lain agar melakukan kegiatan seperti apa yang diinginkan oleh pemimpin itu. Penerapan gaya kepemimpinan yang tepat sesuai dengan situasi akan meningkatkan kinerja bawahannya sehingga menguntungkan organisasi dan mempermudah pencapaian tujuan.

Model kepemimpinan di Kota Bandung harus mengikuti perkembangan dan keinginan masyarakat. Ide dan gagasan harus melampaui harapan warga Kota Bandung yang terpuaskan oleh sejumlah terobosan Ridwan Kamil

Ridwan Kamil sebagai walikota Bandung banyak membuat terobosan-terobosan atau inovasi-inovasi terbaru baik dalam hal pembangunan sarana dan infrastruktur, tata kelola kota yang baik, kebijakan publik yang pro rakyat dan sebagainya  untuk mewujudkan kota Bandung yang lebih asri dan bermartabat.

Bakal Calon Walikota Bandung dari Partai Hanura Egi Hergiana ketika ditemui pasca diskusi di aula Pikiran Rakyat, Kamis (31/8/2017) mengakui bahwa cara Ridwan Kamil memimpin Kota Bandung bisa menyadarkan publik sisi positif politik, "saya sebagai masyarakat Bandung, memilih kepemimpinan Kang Emil sebagai satu perubahan yang bisa menyadarkan orang-orang muda yang apatis dan tidak ingin terjun berpolitik. Ini bisa dilihat sebagai satu model kepemimpinan yang harus di teruskan ke depan ujarnya.

Meskipun demikian, Egi melihat masih ada masalah yang belum terselesaikan, diantaranya pemukiman publik Kota Bandung sampai hari ini belum memperlihatkan kemajuan signifikan. Padahal warga Kota Bandung terancam tersingkir ke luar Bandung.

Lama berbisnis di bidang properti, Egi melihat warga Bandung di usia 25-40 tahun, apalagi berpenghasilan setara UMR, tidak akan mungkin mempunyai rumah tinggal di area Kota Bandung.

Hanya yang beruntung, makmur atau mendapat warisan yang bisa tetap tinggal di Kota Bandung, sisanya apa daya. Dengan penghasilan terbatas, hanya bisa beli rumah di luar Kota Bandung seperti Kabupaten Bandung atau Sumedang ujarnya.

Egi menambahkan mempunyai tawaran guna Peremajaan kota dikawasan pemukiman yang harus diterapkan bagi warga dipemukiman padat yang tidak layak huni seperti Cicadas, Jamika atau Kiaracondong. " Pemukiman ini bisa menggunakan banyak hal, termasuk mengurangi kemacetan. Ini yang saya tawarkan kepada warga dengan terobosan regulasi khusus untuk rumah murah (Apartemen Subsidi). Dari sisi pengusaha properti, regulasinya belum mendukung karena belum ada komitmen kuat dalam hal ini", tambahnya. (C86)
Share To:

Arahman Ali

Post A Comment:

0 comments so far,add yours