Bandung, TrisaktiPost - Semakin dekatnya pemilihan calon anggota legislatif  pada tahun 2019 mendatang, partai politik dihadapkan untuk mencari bakal calon anggota legislatif perempuan demi memenuhi kuota 30 persen.

Penyusunan daftar calon legislatif (caleg) harus melibatkan 1 perempuan di antara 3 caleg dalam parpol sebagaimana diberlakukan pada pemilu sebelumnya.

Namun meskipun begitu, angka partisipasi perempuan di parlemen ternyata masih terbilang rendah. Ditambah citra politikus di Indonesia tampaknya tidak begitu baik di mata masyarakat selama beberapa tahun terakhir, terutama karena tercemar kasus korupsi.

Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol kemungkinan besar disebabkan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret relatif banyak politikus yang duduk sebagai wakil rakyat.

Oleh karena itu, kehadiran calon anggota legislatif perempuan diharapkan mampu membantu meringankan tugas tersebut dengan menampilkan persepsi lain terhadap profesi politikus.

Untuk memperbaiki citra politikus di mata masyarakat, bacaleg perempuan yang mendaftarkan diri ke Partai Hanura Kota Bandung untuk DPRD Kota Bandung, Dyah Yanti mengajak masyarakat untuk tidak terlibat politik uang pada Pemilu 2019 mendatang.

Ia mengatakan bahwa korupsi di Indonesia dapat dicegah dari hal-hal kecil, seperti pemilu bebas politik uang dengan cara orang yang maju sebagai anggota Dewan diusung dan diajukan oleh masyarakat.

Bukan sebaliknya, caleg mengejar masyarakat dengan memberikan sejumlah uang supaya dipilih saat pemilu.

"Untuk menghapus praktik korupsi pejabat pemerintah dan politikus harus hidup sederhana karena gaya hidup mewah akan menggiring seseorang berperilaku konsumtif, yang pada akhirnya akan selalu merasa kurang."

Ia mengatakan bahwa pemberantasan korupsi hanya oleh penegak hukum tidak cukup. Namun, harus dibarengi dengan menciptakan kejujuran sejak dini.

"Dengan menanamkan kejujuran pada anak, budaya amanah saat dewasa akan terbangun," katanya.

Dyah Yanti mengklaim sudah terbiasa dengan hidup sederhana. Dia pun berjanji tidak akan pernah berubah dari kondisi sekarang saat menjadi pejabat publik nanti.

Pemilu 2019 mendatang juga diharapkan menghasilkan lebih banyak politikus perempuan yang andal dan antikorupsi sehingga dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik, demi terwujudnya majunya perempuan Indonesia. (C86)
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours