Oleh: Asep Sahprudin
"Pemerhati komunikasi Politik"

Pesta demokrasi pada Perhelatan Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 sudah tutup buku dengan disahkannya pasangan anis-sandi oleh KPUD Jakarta sebagai pemenang. Pergolakan, intrik, perang strategi politik Pilgub sudah dipastikan bakal bergeser ke Jawa Barat pada tahun 2018 nanti.

Giliran masyarakat Jawa Barat yang akan memilih pemimpin 2018 nanti. Sejak kini, partai politik tengah sibuk memantau pergerakan para calon yang akan diusung memperebutkan kursi penguasa di Jawa Barat.

Pesta demokrasi di Jawa Barat akan memperebutkan kursi yang akan ditinggalkan oleh Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar. Aher sudah tak bisa lagi mencalonkan kembali, karena sudah dua periode pimpin Jawa Barat. Aher dulu diusung oleh PKS, Hanura dan PPP pada Pilgub Jabar 2013 lalu.

Pada 2018, peta politik di Jawa Barat sudah mulai terlihat. Meskipun hanya Partai Nasdem secara terbuka mulai mendeklarasikan diri mengusung Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk bertarung di pilgub 2018. sedangkan partai-partai lainnya masih menimbang dan memantau mana yang layak untuk di usung di pilgub tahun 2018 nanti.

DPD Partai Golkar Jawa Barat juga telah memutuskan untuk mengusung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi jadi calon gubernur Jawa Barat meskipun belum mendapatkan restu dari DPP Partai Golkar. Dedi adalah Bupati Purwakarta.

Di pihak incumbent, ada nama Deddy Mizwar yang sekarang masih menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat. Aktor yang yang terkenal lewat Pemeran film Nagabonar ini bahkan mengungkap keinginannya maju di Pilgub Jabar.

Namun hingga kini, belum ada partai politik yang menyatakan dukungan resmi bakal mengusung Deddy. Hanya saja, Deddy dekat dengan partai penguasa Jawa Barat yakni PKS. Meskipun PKS telah melakukan Pemilu Rakyat (Pamira) secara internal memunculkan dua nama yaitu ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaiku dan Istri Gubernur Jawa Barat Ibu Nety.

Gerindra hingga kini belum menentukan siapa yang akan diusung. Partai pimpinan Prabowo Subianto ini tengah melirik kader internal. Seperti Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Gerindra pun tidak menutup peluang melirik kader eksternal, seperti Dedi Mulyadi, Aa gym dan lainnya. Gerindra juga buka peluang berkoalisi dengan PKS, merujuk keberhasilannya menang di Pilgub DKI.

PDIP, partai satu-satunya yang bisa mengusung calon tanpa harus koalisi juga belum menentukan calon. PDIP Jawa Barat telah melakukan penjaringan pendaftaran cagub di antaranya yang sudah mendaftar Sekretaris PDIP Abdy Yuhana, Anggota DPR-RI Puti Guntur Soekarno yang sekaligus cucu dari Presiden Pertama Ir. Soekarno serta yang terbaru Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Kartiwa.

Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN juga masih belum mengungkap akan mengusung siapa. Demokrat kerap dikaitkan dengan kadernya diantaranya Ketua DPD Partai Demokrat Iwan Sulanjana dan Anggota DPR-RI Dede Yusuf. Pada periode lalu, Dede maupun Iwan kalah oleh incumbent Ahmad Heryawan. Sementara PAN, memunculkan nama anggota DPR-RI sekaligus artis asal Jawa Barat, Desy Ratnasari dan Walikota Bogor Bima Arya.

Yang dihangatkan sekarang peta politik di jawa barat ialah pergantian pucuk pimpinan partai Hanura Jawa Barat yang telah menimbulkan gejolak di internalnya. Munculnya Anggota DPD-RI asal Jawa Barat Aceng Fikri sebagai Plt Ketua Hanura Jawa Barat yang secara terang terangan ingin ikut dalam bursa pilgub 2018 nanti yang apabila diberikan mandat dan kepercayaan oleh ketum Oso Partai Hanura.

Sedangkan banyak tokoh-tokoh Jawa Barat yang tidak masuk dalam Partai politik sangat berpeluang untuk diusung di pilgub 2018 nanti seperti ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal Sutrisno, mantan Ketua Basarnas jenderal Purn tatang serta yang lainnya.
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours