Penang, TrisaktiPost – Para Konjen RI di mancanegara makin lincah mengawal promosi pariwisata. Di sela event Malaysia International Travel Mart (MITM) Penang, Malaysia, Minggu (9/7), tengok saja Konjen RI di Penang, Malaysia. Iwanshah Wibisono ikutan turun gunung mempromosikan destinasi-destinasi keren Wonderful Indonesia. 

Chairman Malaysian Chinese Tourism Association (MCTA) Andy Chuah juga ikutan kompak mempromosikan Indonesia dengan sebutan Prefered Destination. “Silakan berwisata ke Indonesia. Anda bisa melihat kapal Phinisi asli yang sudah menjelajahi lima benua. Bisa mendapatkan experience baru, culture, kuliner dan destinasi kelas dunia,” ajak Konjen Iwanshah kepada pengunjung yang datang ke booth Wonderful Indonesia. 
 
Kepungan Jepang, Malaysia, Thailand, Australia, Hongkong, Taiwan dan Korea tak membuat Iwanshah gentar. Dia justru makin bersemangat lantaran Wonderful Indonesia membawa pelaku industri papan atas ke Penang, Malaysia. Mau cari Bali? Lombok? Batam? Jogja-Solo-Semarang yang akrab disebut Joglosemar? Danau Toba? Bandung? Semua ada. 

 
Mau cari wisata tak biasa? Yang unik-unik? Story telling? Experience baru? Paket menikmati suasana Mangkunegaran di pagi hari? Diiringi suara gamelan? Menjelajah destinasi sambil menikmati kuliner lokal yang benar-benar alami? Menikmati riuhnya Pasar Gede dengan aneka jajanan pasar? Ada triponyu.com (baca: trip on you) yang siap menyapa. 

 
Belum lagi potensi wisata bahari. Ada Raja Ampat Papua yang terpilih menjadi best snorklling site terbaik dunia 2015 versi CNN. Runner up best snorklling site terbaik dunia 2015 versi CNN di Labuan Bajo. Ada juga Bunaken-Lembeh Sulut, Derawan Kaltim-Kaltara, Anambas, Natuna, Banda-Ambon, dan lainnya. 


“Surganya dunia itu ada di Indonesia. Naturenya selalu ada di top 20 dunia, culturenya oke, kulinernya lezat-lezat, masyarakatnya ramah, harganya pun sangat murah. Dimana lagi bisa berwisata dengan mendapatkan itu semua?” ucap pria berkacamata itu.(Kemenpar)
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours