Majalengka, TrisaktiPost - Negara dan seluruh elemen bangsa dituntut agar serius bahu membahu menyelamatkan anak-anak Indonesia dari paham terorisme dan radikalisme. Demikian hal itu ditegaskan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq menyikapi Ledakan Bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/05) malam.

Teror bom telah merusak sendi-sendi kebangsaan serta mengotori mental anak-anak bangsa dengan budaya teror dan kekerasan. Karena itu, di hadapan ribuan jamaah Haflah "Aminatuzzahra" Heuleut, Leuwimunding, Majalengka,  pada Kamis (25/5), Maman minta agar anak-anak diselamatkan dari ketakutan dan tindakan kekejian tanpa perikemanusiaan  yang dipertontontan oleh teroris. Aksi teroris akan memberikan efek traumatik yang buruk bagi anak-anak.


"Aksi brutal teror akan tersimpan dalam benak anak-anak dan berefek buruk. Lebih parah lagi bisa menginspirasi mereka melakukan tindakan teror serupa", papar Maman.


Sehari sebelumnya, dalam forum berbeda, saat menjadi Nara Sumber di forum lembaga PBB, UNODC dengan perwakilan beberapa negara  yang membahas Isu Menangkal Paham Radikal di Dunia pada Senin (22/05) di Hotel Aryaduta, Tugu Tani Jakarta, Maman telah menegaskan pentingnya memproduksi kontens narasi positif tentang kemanusiaan dan perdamaian untuk mengalahkan kuantitas dan kualitas narasi radikal ekstrimis yang sangat provokatif.


"Narasi Islam moderat dan damai harus lebih diperbanyak daripada narasi teroris dan radikalisme yang harus diakui lebih provokatif,  heroik, menantang serta merangsang keingintahuan anak-anak muda", beber Maman.


Maman pun mendukung berbagai langkah penanganan Terorisme oleh Kepolisian. Namun ia meminta penangkapan teroris tidak didramatisir di hadapan anak-anak. "tidak boleh ada tindakan kekerasan yang dipertontonkan di hadapan anak-anak" , pungkasnya. (AD1)
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours