Majalengka, TrisaktiPost - Kalangan santri, kiai dan pesantren menyambut baik ajang Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) Kitab Fathul Qorib dan Kitab Imrity Tingkat UlaTahun 2017 yang diselenggarakan oleh DKC Garda Bangsa PKB Kabupaten Majalengka pada Sabtu (18/03) di kantor DPC PKB Kabupaten Majalengka.

Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang ikut berkompetisi dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 92 peserta wakil dari 14 pondok pesantren di wilayah Kabupaten Majalengka ikut ambil bagian.

Anggota DPR RI FPKB, KH. Maman Imanulhaq, menyambut baik respon positif terhadap penyelenggaran MKK oleh kalangan pesantren.

Tujuan Musabaqoh Kitab Kuning, lanjut Pengasuh PP. Al-Mizan Jatiwangi Majalengka itu adalah untuk melestarikan tradisi kajian kitab kuning yang telah lama mengakar kuat di pesantren.

Diharapkan MKK bisa mengukuhkan kembali kesadaran umat terutama generasi muda tentang pentingnya Kitab Kuning sebagai Khazanah Ilmu Pengetahuan Pesantren.

Kitab kuning, lanjutnya, adalah rujukan keilmuan di pesantren yang turut membentuk pemahaman keagamaan moderat di kalangan pesantren.

Khazanah keilmuan pesantren terbukti telah menjadi benteng terkokoh dalam menjaga NKRI dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstremis.

"Musabaqoh Kitab Kuning ini penting di tengah mengerasnya pemahamaan tekstual yang cenderung literal dan radikal yang selalu berargumen kembali pada Qur'an dan Hadits", ujar Dewan Syuro DPP PKB itu.

Padahal kitab kuning, lanjutnya, adalah rujukan lain yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Kitab Kuning adalah buah dari pemikiran, ijtihad serta kajian kritis para ulama yang kapasitas keilmuannya tidak usah diragukan lagi", tegas Kyai Maman dalam sambutan pembukaan di hadapan peserta dan tamu undangan yang hadir.

Selain jajaran Pengurus DPC PKB dan DKC Garda Bangsa Kabuapten Majalengka, tampak hadir pula Ketua Tanfidz PCNU Kabupaten Majalengka KH. Harun Bajuri, Syuriah PCNU KH. Yusuf Karim, para tokoh kyai pesantren, IPPNU, Fatayat NU, dan lain-lain.

Adapun Babak Penyisihan sendiri akan meloloskan tiga peserta terbaik untuk maju di tingkat semifinal di tingkat zona V Jabar : Majalengka, Sumedang, Subang, Purwakarta dan Karawang. Selanjutnya Juara Zona akan berkompetisi di tingkat nasional memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah.

Adapun bertindak sebagai Juri adalah KH. Ahsan Taqwim, KH. Muhammad Umar, KH. Sholehudin, KH. Ahmad Suja'i, KH. Abdul Fattah & Ny Hj. Cucu representatif dari pengasuh pondok pesantren, unsur dari PCNU, Pejabat Kemenag Majalengka dan Dosen. (AD1)
Share To:

Arahman Ali

Post A Comment:

0 comments so far,add yours