Jakarta, TrisaktiPost - Pelita Jaya EMP merebut game pertama final Indonesian Basketball League (IBL) 2016 dengan menang 77-70 atas CLS Knights Surabaya di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta, Kamis malam.

        Kemenangan itu merupakan yang pertama untuk Pelita Jaya atas lawannya sejak pra musim tahun lalu.

        Pada awal pertandingan, Jamarr Johnson melakukan pelanggaran sehingga Pelita Jaya memanfaatkan dua lemparan bebas.

        Pemain naturalisasi itu ditarik ke luar lapangan karena melakukan pelanggaran lagi sehingga laga berlangsung ketat pada mulanya. Namun tidak lama, CLS Knights berhasil menguasai kuarter pertama dengan skor 22-13.

        Pada kuarter ke dua, CLS Knights memertahankan keunggulan, tetapi tidak berlangsung lama.

        Pelita Jaya mengejar skor dan sukses menyamakan kedudukan 32-32 di tiga menit terakhir di kuarter itu. Mereka terus bermain apik hingga menutup kuarter dengan skor 36-34.

        Setelah turun minum, Pelita Jaya menguasai momentum dan sukses meluncur masuk ke pertahanan lawan dan terus mencetak poin. Tim itu berhasil mengumpulkan 19 poin di kuarter ke tiga.

        CLS Knights tidak mau kalah dan berusaha menyusul dengan mengumpulkan 16 poin, tetapi belum cukup mengungguli lawan hingga kuarter ke tiga ditutup dengan skor 55-50 masih untuk Pelita Jaya.

        Pada kuarter terakhir CLS Knights harus kehilangan Muhammad Isman Thoyib karena melakukan pelanggaran ke lima di pertandingan itu. CLS Knights juga harus kehilangan Rachmad Febri Utomo di detik-detik akhir laga.

        Sementara itu, Pelita Jaya juga kehilangan Ponsianus Nyoman Indrawan di tengah pertandingan.

        Pelita Jaya terus menjaga keunggulan sampai akhir dan menang 77-70.

        Adhi menjadi aktor kemenangan dan membukukan double-double 26 poin dan 14 rebound. Dimas Dewanto dan Amin Prihantono di tempat ked ua dengan 11 poin. Di kubu CLS Knights, Jamarr Johnson mengumpulkan 18 poin, 11 rebound, 4 blok, dan 3 steal. Mario Wuysang mencetak 17 poin dan 8 assist.

        "Dengan kemenangan ini kami diuntungkan, tapi bukan berarti kami sudah menang. Saya apresiasi kepada pemain yang telah menjalankan strategi hari ini," ujar Kepala Pelatih Pelita Jaya Benjamin Alvarez Sipin III usai laga.

        Ia merasa optimistis di game ke dua yang akan digelar Sabtu (28/5) timnya akan mendulang kemenangan, meski apa pun masih mungkin terjadi.

        Pemain Pelita Jaya Adhi mengatakan pelatih menginstruksikan para pemain untuk membatasi ruang Jamarr, Sandy, dan Mario yang menjadi mesin poin lawan.

        Ia mengaku telah menonton berulang-ulang video Jamarr supaya bisa menghentikan dia.

        "Pertandingan tadi semua pemain punya peran. Kami kalah 3-0 di reguler season, tapi kami ingin menang di final," kata Adhi.

        Sementara itu, Kepala Pelatih CLS Knights Wahyu Widayat Jati mengatakan para pemain hari ini bermain sendiri-sendiri dan kerja sama tidak jalan. Selain itu, persiapan yang dilakukan dinilainya juga tidak bagus.

        "Sabtu kami akan menang. Persiapan adalah hal yang terpenting yang tidak boleh diremehkan. Saya tekankan bahwa CLS belum habis, masih ada game ke dua," kata dia.

        Setelah berhasil memimpin 1-0 di final dengan format best of three itu, Pelita Jaya butuh sekali kemenangan untuk menjadi juara.(Ant)
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours