Bandung, TrisaktiPost- Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus membatasi pembangunan di kawasan Bandung Utara, sebab warga di bawah saat ini sudah kekurangan air. Jika tidak dibatasi maka kondisi ini akan semkin parah.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat Sunatra saat Reses di Kampung Cimuncang Rw 06 Kecamatan Cibeunying Kaler, Rabu (7/7/2015). Dalam kesempatan itu juga Sunatra meminta kepada Pemkot Bandung dan Pemkab Bandung untuk melakukan koordinasi mengatasi kekurangan air di daerah tersebut.

“Persoalan kekurangan air di daerah Cimuncang tidak bisa diatasi oleh Pemkot saja, walaupun warga di sini adalah warga Kota Bandung, sebab masalahnya ada di atas yang notabene berada di wilayah Kabupaten Bandung,” katanya.

Daerah Cimuncang khususnya Rw 06 menurut Sunatra merupakan daerah paling parah dalam kasus kekeringan air. Mereka memiliki penampungan air di rumah masing-masing tetapi tidak terisi air. “Maka hal ini harus cepat diatasi, sebab air merupakan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menurut Sunatra, ada dua solusi jangka pendek yang bisa dilakukan, pertama membuat sumur artesis. Sumur ini harus dibuat di setiap RT. Kedua, harus dibuat torn penampungan air yang akan diisi oleh PDAM. Nanti masyarakat bisa udunan untuk pengadaan airnya. “Untuk pengadaan tornnya saya akan tanggung,” ungkapnya.

Namun solusi itu merupakan upaya jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang, diperlukan upaya serius dari Pemda untuk membatasi pebangunan di kawasan utara, sehingga kekeringan air tidak semakin meluar ke wilayah lain di Kota Bandung. (Ron)
Share To:

Trisakti TV

Post A Comment:

0 comments so far,add yours