Top News

Bandung, TrisaktiPost - Pemain Persib Bandung U-20 mendapat beasiswa atlet untuk menempuh pendidikan S1 di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung. Beasiswa yang diberikan kepada para pemain Persib Bandung U-20 dan atlet ini menjadi bentuk kontribusi USB YPKP untuk mendukung putra putri bangsa Indonesia yang memiliki prestasi baik dalam bidang olahraga, kesenian dan bidang lainnya.

Rektor Universitas Sangga Buana YPKP, Dr. H. Asep Effendi, SE., M.Si mengatakan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya USB YPKP juga memberikan beasiswa untuk putra-puteri Veteran di Jawa Barat, beasiswa untuk anak dosen, guru dan alumni USB YPKP yang ingin melanjutkan ke program Magister.

“Tahun lalu kita juga memberikan beasiswa kepada 3 orang pemain Persib yaitu terdiri dari Febri Hariyadi, Gian Zola dan Billy Keraf,” ucapnya ke TrisaktiPost (13/9).

Beliau juga mempunyai harapan besar untuk membantu dan memajukan olahraga dan kesenian termasuk akademik. “Yang paling penting adalah generasi muda Indonesia yang berprestasi memiliki hak yang sama untuk meningkatkan pendidikannya di masa depan.”

Direktur Marketing USB YPKP, Welly Surjono, SE., M.Si sebagai pihak yang menjembatani pemberian Beasiswa Atlet kepada para pemain Persib U-20 ini  menambahkan, “adanya atlet Persib U-20 ini merupakan hal yang baik bagi Kampus USB YPKP, serta hal yang baik pula untuk perkembangan diri pribadi atlet di dalam dunia kerja plus lapangan hijau.”

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan USB YPKP, Reza Saeful Rachman, SS., M.Pd menyambut baik pemberian beasiswa atlet tersebut. Menurutnya hal tersebut berdampak positif bagi kegiatan kemahasiswaan di USB YPKP.

“Adanya para pemain Persib U-20, mahasiswa lain turut bersemangat untuk berkegiatan dan berprestasi. Bagi pemain Persib U-20 sendiri, semoga menjadi pengalaman tambahan selain berprestasi di lapangan, dapat pula memperkuat kompetensi akademik dan kemampuan berwirausaha sesuai dengan visi misi kampus yang dapat dimanfaatkan kapanpun. Sebagai contoh banyak pemain sepak bola yang juga memiliki bisnis saat masih aktif sebagai pemain sepak bola maupun setelah pensiun. Jadi sepak bola tidak selamanya menjadi sandaran hidup,” ujarnya.

Altalariq Erfa Aqsal, salah satu pemain Persib Bandung U-20 yang juga mendapatkan beasiswa atlet dari USB YPKP, mengaku sangat senang dengan beasiswa ini.

“Saya berterimakasih kekampus USB YPKP atas beasiswa yang diberikan. Saya bersyukur bisa dapat beasiswa karena sebelumnya saya sudah menabung untuk biaya kuliah, tapi Allah memberikan rezeki melalui beasiswa ini. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Pemain yang berposisi sebagai Gelandang Serang ini mengaku siap untuk memberikan prestasi untuk kampus USB YPKP dalam bidang Sepak Bola. “Mudah-mudahan saya beserta teman-teman lain bukan hanya belajar sampai lulus saja, tetapi semoga kita dapat memberikan prestasi untuk kampus USB dalam bidang sepak bola.”

Dia juga mengatakan bahwa sebagai pemain harus pandai membagi waktu antara belajar dan latihan sepak bola. “Intinya kita harus pintar untuk membagi waktu, kalau memang waktu kuliah harus fokus kuliah, jangan sampai bola ganggu kuliah begitupun sebaliknya. kalau kita sedang latihan harus focus pada latihan jadi engga kepikiran hal yang lain,” tutupnya. (Febi Kurniawan).
Sidoarjo, TrisaktiPost - Dalam rangka memperkuat akses dan mutu pelatihan vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan meresmikan 4 Balai Latihan Kerja (BLK) baru. Keempat BLK tersebut adalah BLK Sidoarjo, BLK Banyuwangi, BLK Belitung, serta BLK Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Peresmian operasional keempat BLK ini dilangsungkan secara serentak di BLK Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Jumat (13/9).

"Dengan adanya penambahan keempat BLK tersebut, masyarakat memiliki akses yang lebih luas untuk mengikuti pelatihan vokasi," kata Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono saat memberikan sambutan dalam peresmian 4 BLK.

Peresmian keempat BLK tersebut, sebut Bambang, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk fokus membangun SDM. "Diharapkan, BLK-BLK ini memberi manfaat bagi peningkatan kompetensi dan daya saing SDM. Khususnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan daerah-daerah," jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemintah daerah yang telah turut membantu pembangunan keempat BLK tersebut. Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo yang telah membantu hibah lahan mencapai 10 hektar, perizinan yang dipermudah, dan lain sebagainya.

"Ini tak lepas dari bantuan Bapak-bapak sekalian, sehingga keempat BLK ini dapat berdiri untuk kemudian membantu meningkatkan kompetensi SDM," ujar Bambang.

Kepala BLK Sidoarjo, Imam Agung, menambahkan, secara fisik, pembangunan keempat BLK bestatus Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) tersebut telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Namun secara kelembagaan, BLK Sidoarjo dan BLK Banyuwangi ditetapkan sebagai BLK UPTP mulai tahun 2018.

"BLK Sidoarjo dipersiapkan untuk mencetak SDM terampil di sektor industri manufaktur, dan BLK Banyuwangi memfokuskan untuk mendukung SDM di sektor pariwisata, processing, dan beberapa kejuruan lainnya," terang Imam.

Sementara itu, secara kelembagaan, BLK Belitung dan BLK Pangkep ditetapkan sebagai BLK UPTP mulai tahun 2019.

"Kedua BLK tersebut akan memberikan pelatihan di bidang pariwisata, processing, dan beberapa kejuruan untuk mendukung industri manufaktur," kata Imam.
loading...