Top News


Jakarta, TrisaktiPost – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan rotasi enam pejabat tinggi pratama yang dia lakukan adalah upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja. Rotasi itu diharapkan dapat memberikan kesegaran bagi organisasi dan semangat baru kepada pejabat terkait.

“Rotasi merupakan hal biasa dalam dinamika birokrasi. Dengan cara ini kita melakukan regenerasi di dalam organisasi sehingga organisasi bisa terus berkembang," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dalam sambutannya pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, Jakarta (5/8).

Proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu melalui tahapan mutasi jabatan atau job fit oleh panitia seleksi yang sebelumnya juga sudah mendapatkan rekomendasi oleh Komisi ASN. Hanif pun mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dan menaruh harapan besar agar mereka yang baru dilantik bisa mengemban kepercayaan dengan sebaik-baiknya.

"Segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. Kementerian ini harus menjadi satu batang tubuh yang sama dalam pemikiran dan kinerja. Saya tidak ingin mendengar satu unit dengan unit yang lain bekerja sama menjadi hal yang sangat susah,” kata Hanif.

Menaker Hanif berpesan kepada pejabat yang dilantik, hal pertama yaitu perlunya peningkatan wawasan dan pengalaman.

“Jangan sampai yang mengurus pelatihan hanya kaca mata kuda urus pelatihan. Yang mengurus PMI kaca mata kuda urus PMI terus. Saya ingin masing-masing dari kita dapat memiliki pengalaman di semua tempat sehingga dapat memperkaya wawasan dan pengalaman kita dalam rangka mempercepat kinerja Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Hanif.

Pesan Menaker Hanif yang kedua yaitu pejabat pimpinan tinggi pratama ini dapat mendayagunakan seluruh potensi dari seluruh sumber daya yang ada di kementerian.

“Pimpinan itu harus bisa menggerakkan, memotivasi dan memanfaatkan potensi yang ada. Hal ini tentu akan membuat makin banyak staff yang akan berkontribusi untuk pencapain kementerian,” kata Hanif.

Terakhir, Menaker Hanif tidak akan berhenti, bosan, dan lelah mengingatkan terkait terobosan dan inovasi. Hal ini sangat penting di tengah tentangan dunia ketenagakerjaan yang berubah.

“Jika dahulu, orang mau kalah, jatuh, atau tumbang, tidak harus melakukan kesalahan apa-apa baik pribadi, organisasi, maupun institusi. Namun, kalau sekarang untuk jatuh, tumbang, atau kalah, cukup kita diam dan tidak berinovasi. Oleh karena itu, saya minta Bapak/Ibu sekalian untuk bisa segera bekerja menata unitnya dan organisasinya kemudian fokus terhadap apa yang sudah direncanakan kemudian dikerjakan dengan penuh terobosan,” kata Hanif.

Menaker Hanif percaya dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara kita maka apa yang menjadi cita-cita dan harapan agar kementerian ini bisa memiliki kinerja yang lebih baik akan terwujud.

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Helmiaty Basri sebagai Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Aparatur; Fauziah sebagai Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan; Fachrurozi sebaga Direktur Produktivitas; Adriani sebagai Sekretaris Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; Wisnu Pramono sebagai Inspektur Wilayah II; dan Muhammad Zuhri sebagai Kepala Pusat, Data, dan Informasi. (Biro Humas Kemnaker)

Pandeglang, TrisaktiPost - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu.

"Pemerintah ingin memastikan warga terdampak gempa tertangani dengan baik dan mereka mendapatkan bantuan setelah bencana gempa bumi," kata Mensos saat meninjau rumah warga di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (03/08).

Mensos menenui Marsani (55) dan istrinya Salinah (50) di depan rumah mereka yang roboh. Dihadapan Mensos, keduanya bercerita saat mengalami gempa bumi, Jumat malam.

"Saya sedang bermain dengan cucu Fahri (10 bulan) lalu berlari ke luar rumah. Baru beberapa saat di teras, atap rumah mulai berjatuhan dan tembok roboh," terang Salinah.

Marsani dan Salinah berhasil menyelamatkan diri bersama cucu dan anak bungsu mereka Mulyawati (22). Kini Marsani mengungsi ke rumah anak sulungnya yang berjarak beberapa meter saja dari rumahnya.

"Alhamdulillah terima kasih atas bantuan dan perhatian Pak Menteri," tutur pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani ini seraya menjabat tangan Mensos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyampaikan bahwa rumah yang rusak akan mendapat Bantuan Bangunan Rumah (BBR) dari Kementerian Sosial. Bantuan ini berupa uang yang akan disalurkan secara non tunai melalui perbankan dan digunakan untuk membeli bahan bangunan rumah.

"Warga yang rumahnya rusak akan didata oleh Pemkab Pandeglang untuk mengetahui tingkat kerusakannya. Selanjutnya diajukan ke Kemensos untuk diverifikasi dan validasi sebelum bantuan ditransfer ke rekenin penerima," terang Mensos kepada para wartawan.

Berdasarkan Permensos nomor 4 Tahun 2015 tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana, besarnya bantuan dibagi menjadi tiga. Bantuan untuk rumah rusak ringan antara Rp1 juta--5 juta, bantuan untuk rumah rusak sesang antara Rp5,5 juta--10 juta. Sedangkan bantuan untuk rumah rusak berat bervariasi mulai dari Rp10,5 juta--25 juta.

Bangunan rusak ringan dengan ketentuan rumah korban bencana masih layak dihuni, tetapi perlu mendapat perbaikan. Bangunan rusak sedang dengan ketentuan rumah korban bencana yang masih dapat dihuni dan mengalami kerusakan. Sedangkan bangunan rusak berat dengan ketentuan tidak dapat dihuni.

Kemensos, lanjut Mensos, juga akan memberikan santunan ahli waris bagi korban bencana gempa bumi Banten yang meninggal dunia. Data sementara terdapat 3 orang korban meninggal karena kelelahan saat proses evakuasi ke titik aman dan serangan jantung. Besarnya santunan untuk setiap korban meninggal adalah Rp15 juta diserahkan kepada ahli waris.

Dalam kunjungan ini Mensos juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemkab Pandeglang yang diterima oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita sebesar Rp240.935.000. Bantuan ini untuk korban bencana gempa bumi Banten, yang terdiri dari 500 Tenda Gulung, 500 lembar selimut, 800 makanan siap saji, 300 paket lauk pauk, 20 boks Perlengkapan Keluarga, 20 ribu bungkus mie instan.

"Kementerian Sosial sangat cepat dan tanggap dalam perlindungan korban bencana gempa bumi yang dialami sebagian warga Pandeglang. Demikian halnya saat tsunami Selat Sunda Desember 2018 lalu. Sinergi yang baik ini sangat penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana," tutur Bupati Pandeglang.

Sebelumnya, merespon cepat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang kemudian dimutakhirkan berkekuatan magnitudo 6,9, Kemensos menggerakkan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan personel Tagana untuk mengevakuasi warga dari wilayah pesisir pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi.

"KSB terbukti sangat efektif saat terjadi gempa. Warga bahu-membahu mengevakuasi sesama warga desa untuk bersama-sama berlindung ke tempat yang lebih aman," tutur Menteri Agus.

Ia menjelaskan KSB bergerak cepat membantu proses evakuasi, mengatur rute evakuasi, memastikan mereka bergerak ke titik lokasi yang aman di ketinggian, dan memberikan penyuluhan ke titik pengungsian setelah ada informasi potensi tsunami telah berakhir pada 21.35 WIB.

KSB tersebut adalah KSB Cigeulis, KSB Sumur, KSB Angsana, KSB Pagelaran, KSB Cibitung, KSB Panimbang, KSB Cibaliung, KSB Carita, KSB Sukaresmi, KSB Sidamukti dan KSB Labuan. KSB juga diperkuat Tagana Pandeglang sebanyak 200 orang.

Demikian pula, lanjut Agus, Tagana di wilayah lain yang terdampak gempa juga telah bersiaga yakni 37 Tagana Kota Serang, 65 Tagana Kabupaten Serang, 30 Tagana Lebak, 35 Tagana Lampung Selatan, 20 Tagana Bandar Lampung, dan 25 Tagana Bengkulu.

Seperti diketahui Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan telah terjadi gempa magnitudo 6.9 pada pukul 19.03 WIB yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten. Peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB.

Turut mendampingi kunjungan Menteri adalah Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Staf khusus Menteri Sosial Neil Iskandar dan Febri Hendri, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sonny W Manalu dan Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Rachmat Koesnadi. (SWM)
loading...