Top News

Jakarta, TrisaktiPost - Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mendorong Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) untuk membangun solidaritas yang kuat antar dosen, karena dengan solidaritas akan terjadi kesepahaman dalam memperjuangkan cita-cita organisasi antara lain kesejahteraan dosen dan meningkatkan kualitas dosen.

"PDRI harus terus bergerak tidak boleh takut dan mundur meskipun banyak rintangan dalam perjuangan organisasi," kata Poempida, sapaan akrab Anggota Dewan Pengawas  BPJS  saat menerima Ketua DPP PDRI Ahmad Zakiyuddin dan pengurus DPP PDRI di kantornya di Jakarta, Selasa, 21 Agustus  2018. 

Menurut dia, ada keprihatinan dari dosen-dosen tetap yayasan, terutama dosen yang bekerja di perguruan tinggi (PT) swasta yang diperlakukan tidak adil oleh yayasan, karena di gajih dibawah UMR. Karena itu, negara harus hadir dalam meningkatkan kesejahteraan Dosen, dan bicara kesejahteraan bukan hanya tanggungjawab yayasan.

Untuk itu PDRI harus memiliki basis data yang kuat mengenai pemetaan persoalan dosen yang ada di setiap wilayah dan daerah, identifikasi kasus-kasusnya dan buat kategorisasi-kategorisasinya," ujar pria yang masih aktif mengajar di kampus Universitas Mercubuana Jakarta  ini dan tengah memproses  gelar Guru Besarnya.

Menurut Ahmad Zakiyuddin profesi dosen harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terutama soal kesejahteraan. Banyaknya PTS yang melakukan pengupahan dosen dibawah UMR akan menghambat tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, Para dosen tidak akan fokus mengajar karena harus bekerja dibidang lain untuk menutupi kurangnya penghasilan sebagai dosen. Sebagai contoh Pemerintah Malaysia dosen begitu istimewa dengan memperhatikan kesejahteraannya. 

Tak mengherankan jika Malaysia yang dulu berguru kepada Indonesia kini bisa menyalip kita.Jika pemerintah tidak segera membenahi secara menyeluruh permasalahan dunia pendidikan, maka akan sulit bersaing dalam konteks global.

PDRI dideklarasikan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung pada 25 Juni 2018. Organisasi ini sudah berkembang di 26 Provinsi.
Jakarta, TrisaktiPost – Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional  (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, meninta semua pihak tak terpancing dengan upaya dari kalangan tertentu membawa isu agama dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

“Saya rasa kita semua bisa menangkap ada keinginan dari pihak tertentu menjadikan agama sebagai alat untuk mengadu domba,” kata Maman Imanulhaq, Minggu sore (26/8/2018).

Maman Imanulhaq menegaskan masalah agama adalah isu yang sensitif sehingga selalu ada  pihak- pihak  yang mau mengambil keuntungan politik dari isu itu. Karenanya Maman minta para relawan pro-Jokowi mengedukasi masyarakat sehingga mereka tak gampang  ‘dimainkan’ dengan isu agama.

“Ini salah satu tugas  relawan. Para pemilih harus diberdayakan, sehingga mereka tak gampang terseret dalam skenario orang –orang yang menjadikan agama untuk  jualan politik,” ujar Kang Maman, sapaan akran Maman Imanulhaq.

Kang Maman mengingatkan politisasi agama di  Pilgub DKI Jakarta lalu menimbulkan luka cukup dalam di masyarakat Ibu Kota. Sekarang, ketika luka itu  perlahan mulai sembuh,  jangan sampai terjadi ‘cedera’ yang lebih serius di masyarakat  akibat adu –domba  terkait agama, menjelang Pilpres  2019.

“Politik identitas terkait agama harus diakhiri. Ini tidak sehat,” ujar anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Dia mengajak semua pihak berdemokrasi dengan sehat dan cerdas, sehingga cita – cita bersama memakmurkan rakayat  secara adil dan merata segera terwujud.

“Kita harus bisa melewati seluruh tahapan Pilpres 2019 dengan riang dan gembira. Bukan hanya  demokrasi yang  damai, tapi juga indah dan menyenangkan,” kata Kang  Maman.

Sementara itu, Wakil Direktur Relawan TKN Jokwi – Ma’ruf Amin, Dara Indahwati, minta para relawan bisa menahan diri dari provokasi untuk membuat kekacauan.

“Relawan jangan terpancing dengan propaganda yang dibikin pihak – pihak yang tak suka Indonesia aman dan damai, ” katanya ketika menghadiri pertemuan para pengurus Sang Gerilyawan Jokowi (Sanggejo), di Jakarta, Minggu (26/8/2018)

Dara juga minta para relawan membetuk tim yang solid  untuk menangkal hoax, kabar bohong, yang gencar dihembuskan oleh pihak yang ingin melemahkah Jokowi – Ma’ruf Amin. (rls/mgn/lampuhijau.co)
loading...