Top News

Subang, TrisaktiPost - Kiai Muda pengasuh Ponpes Raudhatul Hasanah Subang, KH. Muhammad Abdul Mumin atau yang terkenal dengan sebutan "Maung Subang", menyatakan dukungan kepada Ridwan Kamil berpasangan dengan KH. Maman Imanulhaq untuk maju di Pilkada Jabar 2018. 

“Emil itu sosok muda yang akan membawa kemajuan dalam pembangunan di Jabar. Ia butuh pendamping sosok kiai nasionalis yang punya jaringan kuat dengan ragam komunitas di Jabar seperti seniman dan bahkan preman”, tutur Kiai muda yang terkenal blak-blakan saat bicara.

Maman Imanulhaq yang juga Ketua Lembaga Dakwah PBNU adalah sosok yang terus mendapat dukungan untuk maju di Pilkada Jabar. Terutama setelah munculnya beberapa figur bakal calon Wakil Gubernur yang tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat Jabar.

Setelah dapat dukungan dari PKB Sumedang, beberapa Ponpes di Pangandaran, tokoh-tokoh NU Cianjur, Rais dan Ketua PCNU Cirebon dan banyak komunitas, hari ini Maman dapat dukungan dari tokoh-tokoh Subang, seperti KH, Usfuri Ansor, KH. Toto Thoalaal Badru, Kyai Jainuddin, dan seniman Agus Eko Solihin dan lain-lain yang hadir dalam acara Halaqah Kebangsaan di Ponpes Nurul Anwar Mubtadiin, Dangdeur, Subang, pada Senin (13/11). 

Muslimat NU Subang minta Emil-Maman lebih rajin ke Pantura.Sementara itu Ketua Muslimat NU Kabupaten Subang Hj. Iis Salamah menyambut baik dukungan Para Kyai dan seniman atas pasangan Emil-Maman di Pilkada Jabar 2018.

“Alhamdulillah. Dukungan kepada dua sosok muda itu sangat tepat. Apalagi Kang Emil Cucu Mama Pagelaran dan Kiai Maman Cucu Mama Faqieh dari Cimalaka Sumedang. Kedua muda, berprestasi dan membela kaum perempuan, anak dan juga kaum disabilitas”, tutur Iis.

Iis menambahkan Jabar harus melakukan perubahan yang signifikan dan sistematis, karenanya Jabar butuh anak muda yang Berkarakter kyat, religius dan mampu menjaga nilai Nasionalisme.

Hj. Iis menyarankan Emil dan Maman segera menyisir Pantura agar programnya bisa dipahami masyarakat Pantura terutama pesisir. (AD1)
Jakarta, TrisaktiPost - Ketua Umum DPN RKIH (Rumah Kreasi Indonesia Hebat)  Kris Budihardjo manyatakan Maman Imanulhaq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU adalah sosok kyai muda yang sangat tepat mendampingi Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat 2018.

Kris menambahkan bahwa Jawa Barat harus melakukan perubahan yang signifikan dan sistematis, karenanya dibutuhkan pemimpin muda, cerdas, inovatif, religius dan mampu menjaga nilai nasionalisme. RKIH mendukung duet Emil dan Maman, karena dua tokoh muda ini kreatif inovatif. 

Ridwan Kamil dikenal sangat nasionalis religius dan Maman Imanulhaq adalah ulama yang nasionalis. Gabungan dua tokoh ini akan bisa membawa perubahan cepat masyarakat Jawa Barat. 

RKIH yang dari awal mengusung dan mendukung program pemerintahan Jokowi-JK yakin bahwa percepatan proses pembangunan di Jabar dengan proyek insfrastuktur yang berkualitas dan pembangunan manusia yang berkelanjutan akan terealisir oleh dua tokoh muda  ini. 

Ridwan Kamil merupakan tokoh yang mewakili Parahyangan sedangkan Maman Imanulhaq tokoh muda yang dapat dianggap mewakili Pantura.

RKIH meminta partai partai pendukung Ridwan Kamil jeli melihat potensi kedua tokoh ini. 

Gabungan Ridwan Kamil dan Maman akan bisa mendulang suara yang cukup besar dan memenangkan kontes Pilgub 20 18 di Jawa Barat. Apalagi popularitas Emil yang terus menanjak akan bertambah kuat bila Maman yang juga anggota DPR RI dari PKB ini jadi pendampingnya.

Maman adalah pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi yamg punya jaringan pengajian dan pesantren yang kuat terutama di wilayah 3 Cirebon, Dapil SMS (Subang, Sumedang, Majalengka) dan  Tasikmalaya.

Maman pun terkenal dekat dan bersahabat dengan para seniman dan budayawan seperti Taufik Rahzen, Herry Dim, Endo Suwanda, Arief Yudi, Wawan Ajen bahkan Doel Sumbamg. Pesantrennya rutin  mengadakan even kesenian “ Festival Musik Sufi Al-Mizan” yang menjadi kalender rutin tahunan Kementeian Pariwisata RI. 

Menurut Ketua Partai Republik Letjend (Purn) Suharno, prediksi Kris Budihardjo untuk Pilpres dan berbagai pilkada jarang meleset. Apalagi RKIH punya jaringan hingga ke daerah setingkat kecamatan dengan berbagai profesi aktivisnya: petani, nelatan, guru, artis, mantan Jendral TNI Polri dan pemgurus lintas partai.

Maka apakah pandangan dan prediksi untuk menggabungkan Ridwan Kamil dan kyai Maman ini jadi kenyataan. Sejarah yang akan membuktikannya.
loading...